sinetron-indonesia.com. Pada Zaman Dahulu MNCTV Sang Kancil Mengira Buaya.  Serial animasi Pada Zaman Dahulu merupakan kisah-kisah dongeng hasil produksi Les’ Copaque Production. Les’ Copaque Production adalah pembuat serial animasi Upin dan Ipin. Serial animasi Pada Zaman Dahulu adalah hasil produksi kedua setelah Upin dan Ipin.

Cek juga:

Pada Zaman Dahulu MNCTV Full Episode

Pada Zaman Dahulu MNCTV Sang Kancil dan Kerbau

Sinopsis Pada Zaman Dahulu MNCTV Sang Kancil Mengira Buaya

Pada Zaman Dahulu MNCTV Full Episode

Dua kakak-beradik dari kota, Aris dan Ara, diajak untuk memancing ikan oleh Aki di sungai. Pada awalnya Aris menolak ikut memancing bersama Aki karena banyak nyamuk, lama menunggu umpan dimakan ikan sehingga bosan. Nah, ditengah-tengah memancing Aris dan Ara melihat sebuah pohon rambutan yang berbuah lebat. Mereka merajuk ke Aki untuk memetik buah rambutan tersebut. Aki teringat suatu kisah Sang Kancing Mengira Buaya. Suatu ketika kancil berjalan di hutan tiba-tiba ia dikagetkan oleh si kerbau. Si kerbau berkata akan menjadi pengikut setia kancil karena dulu pernah menyelamatkan dia dari buaya. Kancil melanjutkan perjalanannya dan sampailah dia di tepi sungai. Ketika hendak menyeberang sungai kancil memanggil buaya. Dia berkata kepada buaya bahwa Raja Sulaiman akan mengadakan pertemuan untuk semua penghuni hutan dan ada banyak sekali makan lezat, asalkan buaya mau membantu kancil menyebrangi sungai. Nah bagaimana kelanjutannya?

Tokoh Pada Zaman Dahulu MNCTV Sang Kancil Mengira Buaya

1. Aris sebagai kakak Ara

2. Ara sebagai adik Aris

3. Aki

4. Wan

Jam Tayang

Setiap hari jam 07.30 WIB (MNCTV)

Streaming Pada Zaman Dahulu MNCTV Sang Kancil Mengira Buaya

Pada Zaman Dahulu MNCTV Sang Kancil Mengira Buaya.  Serial animasi Pada Zaman Dahulu merupakan kisah-kisah dongeng hasil produksi Les’ Copaque Production. Les’ Copaque Production adalah pembuat serial animasi Upin dan Ipin. Serial animasi Pada Zaman Dahulu adalah hasil produksi kedua setelah Upin dan Ipin.

Suka artikel ini? Bagikan:

Komentar

Komentar

Comments are closed.