sinetron-indonesiaMuda, keren dan kharismatik adalah sosok yang sukses dibawakan oleh Boy (Stefan William) dalam melakoni perannya di sinetron Anak Jalanan yang disiarkan di salah satu televise swasta. Penampilan Boy yang keren namun terkesan cuek membuat banyak wanita mengidolakannya. Tidak hanya di menjadi idola di sekolah, Boy juga menjadi ketua perkumpulan geng motor bernama Warrior. Ya inilah sepenggal kisah tentang sinetron anak jalanan yang sekarang sedang booming di tanah air. Hampir disemua pelosok daerah menonton sinetron khas anak muda ini. Sinetron karya mas Hilman Hariwijaya ini banyak diprediksi oleh para pengamat pertelevisian akan meraih sukses seperti cinta fitri ataupun catatan hati seorang istri.

Cek juga:

Fenomena Sinetron Anak Jalanan

Anak Jalanan RCTI

Anak Jalanan RCTI

Sejak tayangan perdana sinetron Anak Jalanan memiliki rating yang cukup tinggi (Baca: Rating Acara TV Indonesia 16 Oktober 2015). Pernah menggapai rating 2 dan 3, itupun karena ada tayangan sepakbola dan motogp di televisi lain. Akan tetapi sinetron ini tidak jarang menampilkan adegan kekerasan dan perkelahian antara geng motor. Dua geng motor dalam sinetron ini yang selalu terlibat pertikaian yaitu geng motor warrior dan geng motor srigala. Adegan baku hantam pun ditampilkan secara nyata sehingga terkadang kesan sadis bisa dapat dilihat pada sinetron tersebut. Sinetron yang ditayangkan pada jam primetime (18.30-20.00) sangat memungkinkan ditonton oleh anak-anak kecil yang notabennya mereka mudah meniru apa yang mereka lihat tanpa tahu apakah tindakan tersebut benar atau tidak.

Kesan yang ditampilkan saat belajar dikelas yang hanya belajar matematika dan tidak adanya kegiatan ekstra kurikuler yang mendidik membuat mereka menjadi terfokus ke balapan jalanan. Akibat adanya sinetron ini maka anak-anak sekolah yang belum memiliki sim akan menjadi termotivasi untuk membawa motor ke sekolahnya dan bertindak ugal-ugalan di jalan. Saya pernah membaca di salah satu jejaring social bahwa ada seseorang yang memiliki anak masih SD. Ketika anak dan ibu tersebut menonton tayang itu, anak SD tersebut berceletuk “Mah nanti kalau kakak udah SMP beliin motor yang seperti itu ya Mah”. Seketika ibu tersebut kaget dan merenung dalam hati, uang darimana untuk membeli motor besar seperti yang ada pada sinetron anak jalanan.

Sinetron anak jalanan pada satu sisi memang menggambarkan dunia akan muda yang penuh romansa dan pencarian jati diri. Namun juga mengandung sisi negatif yaitu perkelahian dan kebut-kebutan di jalan. Harap orang tua bisa menjadi pendamping anaknya dalam mengontrol apa yang dilihat anaknya.

Suka artikel ini? Bagikan:

Komentar

Komentar

Comments are closed.