Shehrazat ANTV

sinetron-indonesia.com. Sinopsis Lengkap Shehrazat ANTV episode 1. Shehrazat bercerita tentang Shehrazat Evliyaoglu dimana ia adalah seorang arsitek. Sementara Shehrazat sendiri bekerja di sebuah perusahaan milik Onur Aksal dan Kerem Inceoglu. Tokoh Shehrazat memiliki seorang anak berusia 5 tahun yang terserang penyakit leukimia dan harus membutuhkan banyak biaya untuk biaya operasi dan ternyata Onur Aksal yang merupakan bos Shehrazat sangat menyukai dirinya. Bosnya, yakni Onur Aksal akan memberikan uang dan membiayai biaya operasi anaknya jika Shehrazat mau menjalankan syarat Onur Aksal.

Sinopsis Lengkap Shehrazat ANTV episode 1

Disebuah restoran, Onur sedang makan bersama temannya. Onur membaca sebuah buku mengenai kepribadian wanita. Buku itu berjudul “1001 malam”. Onur sangat yakin bahwa semua wanita itu sama dan tidak ada bedanya. Onur merasa wanita itu tidak ada yang bisa dipercaya.

Keesokan pagi, Onur memulai aktivitas nya, Onur adalah pemilik perusahaan properti ternama bersama seorang rekannya. Kerem. Onur bersama rekannya masuk keruangan rapat. Onur “selamat pagi, wah arsitek ternama kita ternyata belum datang ya”. Onur sangat kesal karena dia tidak suka orang yang suka terlambat.

Shehrazat berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan rapat. Shehrazat “maaf aku terlambat”. Onur “apa alarm mu tidak berbunyi?”. Shehrazat “alarm ku berbunyi”. Onur “wah alarmmu berbunyi tapi kamu terlambat”. Onur memulai rapatnya, mereka memenangkan proyek di Dubai dan itu berkat arsitek baru mereka, Shehrazat. Onur meminta Shehrazat menjelaskan mengenai proyek yang mereka menangkan di Dubai.

Setelah bekerja, Shehrazat kembali kerumahnya. Shehrazat menyapa anaknya yang sedang bermain dikamar. Shehrazat menemani anaknya bermain boneka. Selang beberapa lama, telpon berbunyi. Pembantunya memberitahu bahwa ada telpon dari dokter. Dokter sepertinya memberitahu Shehrazat kabar yang gembira dan Shehrazat terlihat sangat senang.

Onur sedang berada diruangannya. Tiba-tiba masuk seorang karyawan wanitanya, arsitek lain selain Shehrazat. Dia memakai pakaian yang seksi membuat Onur tidak nyaman. Onur memarahinya dan meminta dia keluar dari ruangan Onur. Rekan kerja Onur masuk, Onur mengeluh dan menghubungi biro yang mengirim arsitek pada Onur. Onur meminta arsitek tadi dipecat karena dia tidak sopan.

Dirumah sakit, Shehrazat menemui dokter. Dokter menjelaskan bahwa mereka sudah menemukan donor sum-sum tulang belakang yang cocok dengan anaknya. Dokter juga memberitahu biaya operasi itu sangatlah mahal. Shehrazat terkejut mendengar berapa jumlah uang untuk biaya operasi anaknya.

Kerem, rekan kerja Onur mengajak Onur makan siang. Kerem menyarankan Onur untuk tidak memarahi arsitek yang berhasil memenangkan proyek didubai itu. Onur menyukai namanya yang sesuai dengan nama dalam buku favorit Onur, Shehrazat. Onur selalu melupakan nama wanita dan Kerem menyarankan Onur mengingat nama arsitek ini.

Shehrazat kembali ke kantor, temannya menyapa Shehrazat yang terlihat murung dan kebingungan. Shehrazat menceritakan apa yang dikatakan dokter. Shehrazat “bagaimana ini, aku tidak punya uang sebanyak itu, harta satu-satu yang aku punya hanya mobil itu”.

Shehrazat diberi saran oleh temannya untuk meminta bantuan pada seseorang yang dia kenal. Shehrazat datang ke sebuah rumah diantar oleh temannya. Dalam keadaan hujan deras, Shehrazat turun dan berjalan memasuki rumah tersebut. Didalam rumah, sebuah keluarga sedang berkumpul dan makan bersama. Tiba-tiba pembantu datang “permisi tuan Burhan, ada yang ingin bertemu”. Shehrazat berdiri dibelakang tuan Burhan dengan basah kuyup. Seorang wanita yang lebih tua meminta suaminya, tuan Burhan untuk tidak mengusir Shehrazat. Burhan “antar dia keatas”.

Dilantai atas, Shehrazat bertemu dengan tuan Burhan. Shehrazat menceritakan maksud kedatangannya kerumah itu. Shehrazat “aku kesini karena ini sangat penting, cucumu sakit keras”. Burhan “cucuku?”. Shehrazat “iya dia mengalami leukimia, kanker darah”. Burhan “aku tidak punya cucu”.

Diruang makan, masih berkumpul seorang wanita tua, seorang anak laki-laki dan perempuan. Mereka berbincang “bagaimana dia berani datang kesini?”. Perempuan tua “berhenti bicara seperti itu”. Laki-laki “dia membunuh kakakku, karena dia mobil yang dibawa oleh kakak masuk kejurang dan dia meninggal, sekarang dia berani datang menunjukkan mukanya”.

Shehrazat “dia cucumu, bagaimanapun bencinya anda padaku”. Burhan “kau menikah dengannya tanpa aku ketahui, anak sulung menikahimu tanpa persetujuan dariku, dan sekarang kau bisa dengan mudahnya datang dan membawa anak yang kau katakan adalah cucuku”. Shehrazat “aku mohon, aku sudah mengumpulkan uang, kau punya banyak uang tuan Burhan, cucumu akan mati jika tidak dioperasi secepatnya”. Istri Burhan, mendengar cerita Shehrazat menangis karena dia tidak pernah membenci Shehrazat dan menyalahkannya atas kematian anaknya, Amet.

Dilain tempat, Onur sedang berada dirumahnya bersama Kamer. Onur sangat membenci perempuan, karena ayahnya meninggal setelah disakiti oleh perempuan, yang sekarang menjadi ibunya. Onur melihat ibunya memperingati hari kematian ayahnya dengan mengaji dan mendoakan ayahnya. Kamer mengatakan perempuan itu tidak sama semuanya, seorang perempuan akan menjadi seorang ibu.

Shehrazat pulang kerumahnya dengan sangat sedih. Temannya meminta Shehrazat tenang. Shehrazat menceritakan bagaimana ayah dari Amet membencinya dan tidak menerimanya menjadi istri dari Amet sampai akhirnya Amet meninggal karena putus asa dibenci keluarganya sendiri.

Dirumah Burhan, istri dari anak kedua Burhan sangat kesal dengan kedatangan Shehrazat. Mereka yakin alasan Shehrazat datang karena putra nya memakai nama keluarga ini dan dia keturuann keluarga Burhan. Dia kesal karena dia belum memiliki anak laki-laki dan masih mengandung.
Istri Burhan meminta Burhan membantu Shehrazat karena bagaimanapun anaknya adalah cucu kandung mereka. Burhan tidak ingin membantunya karena tidak merasa memliki anak yang bernama Amet.

Keesokan harinya, Shehrazat bercerita dengan teman laki-lakinya. Dia menyarankan Shehrazat meminjam diperusahaannya, Shehrazat tidak bisa karena dia masih dalam masa percobaan. Laki-laki itu tampaknya sangat menyukai Shehrazat. Dia menawarkan untuk menjual mobilnya dna membantu Shehrazat mengumpulkan biaya operasi anaknya.

Istri Burhan melihat-lihat perhiasaanya dikamar. Lalu cucunya dari anak kedua nya berlari mengadu padanya dikejar oleh ibunya, menantu istri Burhan. Dia melihat ibu mertuanya memegang perhiasaan dan keliatan curiga. Ibunya hanya menjawab bahwa dia hanya melihat-lihat saja.

Dikantor Onur, arsitek wanita yang diminta Onur untuk dipecat menolak untuk dipecat. Dia menuntut karena Onur memecatnya begitu, setelah beberapa lama, dia menyerah dan oergi dan berjanji akan membalas perbuatan Onur padanya.

Dirumah Shehrazat, anaknya sedang bersama Shehrazat. Tiba-tiba ada yang datang, Shehrazat membukakan pintu. Yang datang ternyata adalah ibunya Amet, mertua Shehrazat. Nyonya Burhan “kakeknya boleh mengingkari cucunya tapi aku adalah neneknya”. Dia meminta bertemu dengan cucunya, Shehrazat membawanya menemui anaknya, lalu nyonya Burhan mencium anak Shehrazat. Dia menangis dan berkata “apa dia akan hidup?”. Shehrazat “aku akan berjuang”. Lalu dia menangis, Shehrazat memeluk nenek dari anaknya itu.

Nyonya Burhan membawa bros peninggalan orang tuanya yang diberikan kepadanya saat dia melahirkan Amet, suami Shehrazat. Nyonya Burhan “terimalah Shehrazat, seharusnya ini kuberikan padamu saat kau menikah dengan Amet, sekarang meskipun harganya tidak seberapa, tapi aku harap bisa membantu biaya operasi cucuku”. Awalnya Shehrazat menolak untuk menerima tetapi setelah dibujuk oleh nyonya Burhan, akhirnya Shehrazat menerima bros itu.

Dirumah keluarga Burhan, Tuan Burhan dan putra keduanya baru saja pulang dari kantor. Karena tidak melihat keberadaan istrinya, Burhan bertanya pada menantunya kemana istrinya pergi. Tidak ada satupun yang tau kemana istrinya pergi. Selang beberapa lama, nyonya Burhan tiba dirumah. Burhan bertanya darimana istrinya, karena tidak puas dengan jawaban istrinya, Burhan marah dan mengancam jika istrinya berani menemui Shehrazat dan anaknya, dia akan membunuh istrinya. Nyonya Burhan “kalau begitu, kau bunuh saja aku”.

Dilain tempat, Onur dan Kerem sedang bersantai dan berbincang mengenai siapa yang memegang dan mengambil alih seutuhnya proyek di Dubai. Kerem “tentu saja Shehrazat, siapa lagi kalau bukan dia”. Onur “kenapa harus dia?”. Kerem “tentu saja, dia yang memenangkan proyek ini”. Onur masih saja tidak mempercayai Shehrazat karena dia adalah perempuan.

Keesokan hari, Shehrazat mendatangi bank tempat dia mengajukan pinjaman. Pihak bank tidak bisa memberikan pinjaman karena Shehrazat masih dalam status percobaan diperusahaannya. Shehrazat kembali dengan wajah lesu, lalu telpon berdering. Shehrazat berbicara ditelpon dengan dokter anaknya. Dokter mengatakan bahwa mereka menemukan pasien lain yang juga memiliki kecocokan dengan pendonor tersebut, dan mereka sudah membayar uang untuk operasinya. Dokter minta maaf karena mereka harus melepas donor ini untuk pasien lain. Shehrazat semakin bersedih dan sangat kecewa.

Shehrazat mendatangi pabrik milik tuan Burhan dan masih mencoba untuk memohon pinjaman dari tuan Burhan. Akan tetapi, Shehrazat kembali diusir karena Burhan tidak mengakui Amet sebagai anaknya lagi dan berarti anak dari Amet bukanlah cucunya.

Dikantor, selang beberapa lama, Shehrazat kembali dan dipanggil keruangan Onur dan Kerem. Onur memanggil Shehrazat untuk memberikan keputusan mengenai siapa yang memegang kuasa penuh untuk proyek di Dubai. Onur memperhatikan Shehrazat yang terdiam, Onur merasa gugup dan canggung, Shehrazat terlihat cantik dimatanya. Onur “Shehrazat, kami memutuskan kau akan memegang kuasa penuh untuk proyek di Dubai”.

Hari selanjutnya, Shehrazat bekerja sampai sore karena dia dipercaya mengambil alih proyek di Dubai. Shehrazat bekerja bersama Onur diruangannya. Setelah selesai bekerja, Shehrazat pamit untuk pulang. Diluar, Shehrazat berpikir bagaimana dia mengatakan pada Onur untuk meminjam uang diperusahaan. Akhirnya Shehrazat kembali masuk dan mengutarakan maksudnya. Shehrazat “tuan Onur, aku ingin mengajukan pinjaman sebesar 500 ribu dolar di perusahaan”. Onur “hebatnya dirimu, baru 3 bulan bekerja sudah berani mengajukan pinjaman sebesar itu nona Shehrazat”.

Shehrazat terdiam, lalu Onur kembali bicara. Onur “aku akan meminjamkannya dengan ssyarat kau harus bersamaku satu malam”. Shehrazat marah karena perkataan Onur yang seakan merendahkannya. Lalu Shehrazat pergi dari ruangan Onur, dia menangis ditangga. Setelah berapa lama menangis, Shehrazat kembali masuk keruangan Onur dan berkata “baiklah, aku terima syarat anda”.

Cek juga:

Sinopsis Lengkap Shehrazat ANTV episode 2

Demikianlah Sinopsis Lengkap Shehrazat ANTV episode 1. Shehrazat bercerita tentang Shehrazat Evliyaoglu dimana ia adalah seorang arsitek. Sementara Shehrazat sendiri bekerja di sebuah perusahaan milik Onur Aksal dan Kerem Inceoglu. Tokoh Shehrazat memiliki seorang anak berusia 5 tahun yang terserang penyakit leukimia dan harus membutuhkan banyak biaya untuk biaya operasi dan ternyata Onur Aksal yang merupakan bos Shehrazat sangat menyukai dirinya. Bosnya, yakni Onur Aksal akan memberikan uang dan membiayai biaya operasi anaknya jika Shehrazat mau menjalankan syarat Onur Aksal.

Suka artikel ini? Bagikan:

Komentar

Komentar

Comments are closed.